Dry World, A Comment Contest | Dunia Kering, Sebuah Kontes Komentar [Bilingual]

avatar
(Edited)

English Section


Last night I had a glimpse at the 1995 Universal Pictures movie, Waterworld stars Kevin Costner. The movie is in post-apocalyptic science-fiction action genres, the genres I love.

A Peter Rader wrote the original screenplay in 1986 trying to bring his version of answer to "what will happen after all polar ice caps have completely melted and sea level risen to more than 7,000m, water covers almost all the land?" in an adventure kind of storyline. It would be very interesting if I can get myself involved in some kind of scientific debate about the possibility of such future. I myself believe that the possibility is high but some disagreements will be very interesting.

This article is not about the movie, nor the debate, but if you have something to say about those things, go ahead make use of comment section, it will be much appreciated.

The movie part is the thing which has dragged my imagination further with this thought: what if one day after all polar ice caps completely melted, than earth starting to loose water, the sea level drops inch by inch, and then there are lands again, until one day there is no single lake nor ocean remains, nature stops producing any more water, every drop water used means another drop lost. Let's call this era, "post waterworld era".

If your rep is under 50 and you consider yourself an imaginative person, please comment anything related to the post waterworld era, within this condition:

  • no minimum number of words requirement, it could be an opinion, or a short story;
  • I have put aside 2SBDs for the best imaginative comment I found, and it is my decision, but only if there are at least 10 related comments submitted before Wednesday (13 Jun) West Indonesia Time (UTC +7), the contest will be cancelled if the participations are under 10 related comments by different users;
  • @rayfa has told me she will swnd 1SBD to a contestant of her choice.
  • The "wilder" the comment, the better chance to win those small SBDs.
  • I will have the right to use any textual idea in the comment section of this article in any form I will.
  • 10 related comments come firstly, will be sent each 0.1SBD.
  • Resteem and upvote are not necessary, but thanks, you are helping me and others by doing so.

Everyone can leave their comment but only those whose rep are under 50 compete.

Thanks for dropping by, reading or maybe upvoting and commenting.

Oh hi, @rayfa, congratulations on winning @steemjet contest, that was a great write up, deserved it's place amongst other winners.

The City of @neoxian
Empty Slot.

website | Discord server

From Indonesia With L💜VE


@aneukpineung78 | My Telegram

Seksi Bahasa Indonesia


Tadi malam saya melihat sekilas filem aksi fiksi ilmiah post-apocalyptic bikinan Universal Pictures, berjudul Waterworld [1995] saat mengantri mie goreng di sebuah warung di kampung saya. Filem ini mengambil setting suatu saat di masa depan ketika permukaan bumi telah digenangi air setelah es di kutub mencair seluruhnya karena pemanasan global. Filem ini didasarkan pada screenplay tahun 1986 karya Peter Rader, menempatkan Kevin Costner sebagai "anak muda"nya.

Saya merasa sangat ingin mendapatkan kesempatan untuk mengikuti debat-debat ilmiah antara pendukung dan penentang teori kemungkinan bumi akan tenggelam di masa depan, meskipun saya sendiri percaya itu sebagai sesuatu yang amat sangat mungkin terjadi tetapi mendapatkan bantahan secara ilmiah akan sangat menarik sekali.

Tetapi di sini kita tidak akan berfokus pada film Waterworld ataupun perdebatan-perdebatan terkait unsur ilmiah di dalam filem tersebut. Tetapi jika kalian memiliki pandangan tentang kedua hal itu, silahkan manfaatkan bilah komentar.

Saya di sini ingin memperlebar jangkauan khayalan saya : setelah persediaan es mencair seluruhnya dan manusia yang selamat dari banjir besar itu harus belajar beradaptasi dengan sistem ekologi baru untuk bertahan hidup, lalu suatu hari semua air di bumi juga perlahan-lahan habis, daratan muncul lagi, tetapi bumi tidak lagi memproduksi air, seliter air dipakai bermakna seliter air hilang di bumi, danau dan laut mengering, perang-perang muncul memperebutkan sumber-sumber air sebagaimana kekuatan-kekuatan besar saat ini berperang merebut kontrol atas sumur-sumur minyak dan teritori, kita sebut saja zaman ini sebagai "pasca air".

Apakah kamu seorang yang imajinatif? Rep di bawah 50? Manfaatkan bilah komentar dan tuliskan komentar imajinatifmu terkait dunia pasca air, imajinasi yang paling "liar" yang bisa kamu punya. Ketentuan lainnya:

  • Tidak ada batasan jumlah kata. Bisa sebagai opini, atau sebuah cerita singkat, apa saja.
  • 2 SBD untuk komentar yang paling saya suka, tapi hanya jika ada minimal 10 komentar terkait. Jika di bawah 10 komentar terkait masuk sebelum Rabu (13/6) WIB, maka kontes batal. Satu orang hanya bisa menuliskan satu ide utama dan boleh menjawab tanggapan / komentar;
  • @rayfa akan mengirim 1SBD kepada pemilik komentar yang menarik perhatiannya.
  • Hal yang dinilai adalah tingkat "keliaran" komentar, tetapi sebisanya tetap memperhatikan aspek sains;
  • Semua ide dalam bentuk teks di bilah komentar artikel ini menjadi hak saya untuk saya pergunakan dalam bentuk apapun.
  • Sepuluh komentar pertama yang memenuhi ketentuan kontes akan saya kirimkan masing-masing 0.1SBD.
  • Resteem dan upvote tidak wajib, tetapi dianjurkan sebagai cara penyebaran informasi dan membantu kontes.

Rep di atas 50 juga boleh mengimentari tetapi tidak akan saya sertakan sebagai kontestan.

Demikian. Segala kritik, saran, dan sebagainya saya ucapkan terimakasih. Maaf hadiahnya masih kecil.

Dan untuk @rayfa, selamat sudah terpilih sebagai salah satu pemewnang kontes menulis @steemjet. Tulisan yang keren dan pantas mengisi podium bersama pemenang lainnya. Lumayan lah buat nambah-nambah biaya kontes sendiri. Hehe.

The City of @neoxian
Slot Kosong.

situs web | Server Discord

From Indonesia With L💜VE


@aneukpineung78 | Telegram Saya



0
0
0.000
59 comments
avatar

Yang rep di atas 50 boleh komen? :D

0
0
0.000
avatar

Jangan komen "boleh komen?" Itu sama saja dengan pertanyaan, "Boleh saya bertanya?"

😮😮😰😨😰

0
0
0.000
avatar

Wkwkwkw.. kalau ada yang nanya "boleh saya bertanya?" Artinya pertanyaan yang sebenarnya belum ditanyakan, itu sama juga, komen yang sesungguhnya menyusul.. :D

Goodluck yaa.. semoga kontesnya sukses :)

0
0
0.000
avatar

Ah iya juga. Saaya harus memiliiki rasa tenggang rasa kepada orang-orang yang demikian. 😓😓😐

0
0
0.000
avatar

Baru paham maksdnya, udah saya peebaiki redaksinya. Terimakasih ya. 😖😖😔

0
0
0.000
avatar

:D my rep is up 50 so I can't be done a comment here? :P

0
0
0.000
avatar

I have edited the article. Everyone ca comment. But only rep below 50 compete in the game. My bad! 😖

Thamks for correcting. 🙌

0
0
0.000
avatar

Saya malah tertarik dengan film nya bukan kontesnya... Karena semua film saya koleksi tapi diatas tahun 2000 dan ini bisa jadi reverensi film bagus.. Thanks gan..

0
0
0.000
avatar

Dekade 90an Hollywood menghasilkan banyak film yang menarik dari berbagai genre. Favorit saya salah satunya science fiction.

Terimakasih sudah mampir ya.

😎

0
0
0.000
avatar

Becentennial Man juga film lawas yang asik buat ditonton silahkan di cek

0
0
0.000
avatar

At that moment of water crisis, developed countries will use their most advance spacecraft with their smart-robot crews to find potential water on other planets. The nearest planet is known to be 20 light-years away. So, when the spacecraft return carrying water samples to earth, humans in developed countries are already extinct. There is no longer life existence there.

That scenario is clearly a waste. Related to the water crisis on earth, Indonesians have a more advanced, practical and easy solution. It is already well known that the Indonesians are the experts of survival under any circumstances. When the other half of the world are still struggling, Indonesia already triumph.

When the water crisis happens, Indonesians know they have to work harder than before. You see, people know that humans are creatures that have the ability to produce their own water that is sweat and other human waste. More sweat is the same as more water. More human waste, the more human life.

The local water company officials will be the key here. Their knowledge and skills will be tested to their limit. They also definitely have the abundant of resources. Moreover, only them who know how to convert the human waste into feasible consumption.

With that particular way, Indonesia will have an installation that can turn human wastes into pure water. This technology may be a pilot project for the world.

There will be a time when the people of the world will march to Indonesia just for studying human waste. They will examine and taste how their own waste can be processed and consumed.

If all the people in the rest of the world donate their own waste for the sake of mankind, then the human species will rise once again.

0
0
0.000
avatar

Pertama membaca postingan ini saya berasumsi ini sudah ciri khasnya @aneukpineung78 mengolah sebuah data menjadi postingan.
Buset, pas bagian akhir hayalan tingkat tinggi pun muncul. Gila ini orang orang, imaginer banget.

Well, saya coba untuk sedikit memenuhi permintaan sedeng sang pemilik postingan.

Mungkin menurut @aneukpineung78, dunia pasca air membutuhkan imaginasi gila untuk menggambarkannya. Sedikit berbeda, saya pikir tidak butuh fantasi liar untuk pengadaan air minum dalam dunia yang beliau gambarkan sedemikian extreme.

Saya punya tiga solusi sederhana untuk memghindari perang dunia ke tujuh belas gara-gara kelangkaan air.

Bisa dipastikan, bumi dengan ketersediaan air yang sangat langka akan menaikkan suhu bumi menjadi sangat panas. Hal tersebut tidak selalu negatif, justru bisa dikatakan, dengan suhu yang relatif sangat tinggi akan sangat berguna untuk penyediaan air mendukung kebenaran teori saya.

What's that??

Teori pertama
Karena naiknya suhu bumi, maka panas yang dirasakan pasti akan extra. Dengan demikian produksi air pertama akan diperoleh dengan sangat mudah dan gratis, yaitu melalui keringat.
Setiap orang tidak boleh membuka baju agar cuxuran keringat tidak menguap begitu saja. Keringat yang membasahi baju diperas dan ditampung dalam wadah lalu disuling hingga bersih. Jadi, setiap orang akan mampu memproduksi air untuk kebutuhannya sendiri. Sangat mudah bukan.

Teori kedua
Merupakan lanjutan dari teori pertama.
Keringat yang disuling menjadi air minum trlah mencukupi kebutuhan air per individu. Efeknya, metabolisme tubuh pasti terjadi, dan hal yang paling penting selanjutnya adalah; kita pasti buang air kecil alias kencing.
Sama seperti teori pertama, semua orang yang akan kencing harus dilarang untuk kencing sembarangan.
Urine harus ditampung dalam wadah dan disuling lagi dengan baik hingga layak minum, walaupun rasanya mungkin sedikit aneh, tapi biarlah (salah yang punya postingan, disuruhnya kita menghayal).

Nahhhhh, baru dua teori yang sederhana saja sudah mampu menanggulangi krisis air dimasa gila.

Jurus pamungkas, teori ketiga.
Bila kedua teori di atas tidak berjalan sukses (walaupun saya haqqul yakin akan sukses), maka yeori ketiga ini akan menjadi senjata pamungkas paling ampuh.

Semua manusia berdoa kepada Sang Pencipta untuk menurunkan hujan dari langit, agar kehidupan menjadi normal seperti dahulu kala. Berdoalah dengan sungguh-sungguh karena Sang Khalik tidaklah buta dan tuli. Dia-lah yang mengabulkan doa orang-orang yang berdoa.
Sulahkan liarkan imaginasi anda seliar singa gurun, tapi berpeganglah pada pegangan yang hakiki.
Namun bila cara ketiga juga tidak berhasil, maka benarlah apa yang dikatakan oleh Ebit G Ade; mungkin Tuhan sudah bosan melihat tingkah kita yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa.
Bila sudah demikian adanya, nerharaplah agar segera mati, agar tidak bertambah penderitaan. Hidup gak ada air perih jendral.

0
0
0.000
avatar

Haha. Ini mirip teori @ranggaputra. 😀
Jangan-jangan kalian sekongkol? 😀

0
0
0.000
avatar
(Edited)

Waahhh, harus saya cek lagi nih. Yang nulis pakek bahasa inggris ya.
Kapalo teuh, harus pake jasa mbah google lagi nih

0
0
0.000
avatar

jenilof benar ni @lamkote, dgn coment yg new iQ yg curving
mbuat siapa yg bc bs tersedak ktawanya, haaa..kwkwk...bs aja ni ilusifnya.!!

0
0
0.000
avatar

Saya suka komentar yang ini :)

0
0
0.000
avatar

Terima kasih atas apresiasinya cut kak @rayfa, juga buat bingkisan lebaran.

Selamat Idul Fitri 1439 H, mohon maaf lahir dan batin

0
0
0.000
avatar

tak terbantahkan lagi dengan coment yg sngat extrim dr @lamkote, mbuat saya ktwa tersedak sesak...
dan @aneukpineung pun ku rasa bs trkunci celah untuk mnyandera coment dr @,lamkote..
haaaaa.. salam ukhuwah

0
0
0.000
avatar

Yang pertama sekali terpikirkan oleh saya ketika dunia ini kehabisan sumber daya air, makhluk-makhluk yang hidup dibawah tanah akan keluar dengan sendirinya. Seperti yang diketahui, ada beberapa jenis makhluk yang hidup dalam ekosistem tak biasa. Mereka hidup dalam tanah. Ketika tanah tak lagi bisa mengasup air maka mereka tak akan bisa bertahan lagi dalam tanah.

Harga air juga akan melambung melebihi harga tanah dan benda yang paling berharga di muka bumi ini. Kekurangan asupan air juga berdampak pada tubuh seseorang. Bisa kita bayangkan bagaimana jika semua manusia di bumi mengalami cacat kulit. Kulit akan mengalami dehidrasi, pembuluh kulit akan mati dan menutup pori-pori. Dan pastinya lambat laun akan melepuh dan mudah terluka.

Para pembesar ataupun ilmuwan juga pasti tak akan tinggal diam. Akan ada banyak percobaan-percobaan yang dilakukan untuk meneliti bagaimana cara menggantikan asupan air dengan sesuatu yang lain. Apakah ada benda yang bisa menggantikan posisi air? Bisa kita pastikan juga untuk penelitian itu sndiri membutuhkan banyak zat berbentuk cairan. Bisa jadi mereka akan mulai meneliti zat cair dari darah hewan, kemudian mulai percobaan pencocokan sel darah di tubuh manusia. Kalau itu berhasil, itu akan membawa musibah yang lebih besar lagi. Setiap negara akan membatasi penggunaan air. Semua sumber air akan mutlak di kelola pemerintah. Maka, akan banyak pemberontak-pemberontak yang timbul.

Dengan rasa haus akibat dehidrasi, seluruh organ tubuh juga tak akan berfungsi baik. Bahkan, di saat kita tak kekurangan air pun telah ditemukan suatu penyakit yang membuat manusia berhalusinasi karena kekurangan zat air dalam tubuh. Otak tak akan berfungsi dengan baik dan tubuh akan melemah. Jadi, bisa dipastikan dengan kondisi yang seperti itu, tuntutan akan air bisa melahirkan gejolak perang untuk mermperebutkan air. Dan dunia akan menghadapi sejarah perang yang lebih hebat dari perang yang memperebutkan kekuasaan. Kita berbicara tentang prilaku kemanusiaan yang lapar dan haus yang rela melakukan apa saja untuk bisa hidup dibandingkan nafsu duniawi untuk memperluas kekuasaan. Kita berbicara tentang krisis manusia.

0
0
0.000
avatar
(Edited)

Imajinasi yang liar dan masih terkendali di dalam koridor-koridor sains. Saya pikir ini sedikit banyak membantu memperkokoh fondasi bagi sebuah cerita fiksi ilmiah "bumi pasca air".

Terimakasih sudah berpartisipasi.

_20180612_200902.JPG

0
0
0.000
avatar

Terimakasih Bang @aneukpineung78

0
0
0.000
avatar

Coba cek dulu dompetnya, masuk ngga, jangan-jangan masuknya ke dompet tetangga .. 😀

0
0
0.000
avatar

Alhamdulillah, udah bang
Terimakasih banyak
Semoga abg gak segan ajak saya ikut kontes :D
Semoga sukses terus
Amin, ya Allah.

0
0
0.000
avatar

I have no worry at all, because I knew that will happened in short time capt @aneukpineung78. Remember what we have set on Crytomeda which is include Plunus, I found water source ready to be used when there is no water on earth anymore. I am working the purified the environment, one more day left capt. Then our space craft are ready to depart the day after. I really hope I have you hand on the lunch bottom the day after tomorrow. eyeee captain, please tell chief of our biotechnology @rayfa to pack up her gear.

0
0
0.000
avatar

Aiptu semakin eksis aja, Ahaaii

Para peneliti mengatakan bahwa permukaan air laut akan bertambah tinggi sekitar 60cm dalam 70 tahun ke depan dan pada tahun 2200 akan naik sekitar hampir 2,5 meter.

Para ilmuwan juga pernah berkata bahwa air laut tidak akan berhenti untuk terus naik antara 25-30 kaki, itu artinya permukaan air akan bertambah sekitar 9 meter.

Secara teori bumi akan tenggelam.

Namun ada juga yang melakukan riset non ilmiah bahwa bumi semakin hari juga semakin tinggi, untuk membuktikan dia mengatakan bahwa :

Silahkan anda menanamkan sesuatu benda di kedalaman 1 meter kedalam tanah, jika anda menggalinya pada 2 tahun berikutnya maka benda tersebut akan berada di kedalaman 1.2 meter.

Secara teori non ilmiah maka bumi takkan pernah tenggelam

0
0
0.000
avatar

Hai, Briptu Zia.
Selamat menyambut malam lebaran, ya.

0
0
0.000
avatar
(Edited)

Selamat lebaran juga, mohon maaf lahir dan bathin !!

Bagaimana menurut pendapat profesional anda, mengenai komentar saya ??

0
0
0.000
avatar

Mengenai komentar, hanya satu kata, Briptu: Menakjubkan. 😀

0
0
0.000
avatar

Yaaa mau ikut sudah telat :(

0
0
0.000
avatar

Congratulations! This post has been upvoted from the communal account, @minnowsupport, by aneukpineung78 from the Minnow Support Project. It's a witness project run by aggroed, ausbitbank, teamsteem, theprophet0, someguy123, neoxian, followbtcnews, and netuoso. The goal is to help Steemit grow by supporting Minnows. Please find us at the Peace, Abundance, and Liberty Network (PALnet) Discord Channel. It's a completely public and open space to all members of the Steemit community who voluntarily choose to be there.

If you would like to delegate to the Minnow Support Project you can do so by clicking on the following links: 50SP, 100SP, 250SP, 500SP, 1000SP, 5000SP.
Be sure to leave at least 50SP undelegated on your account.

0
0
0.000